News & Tips

Body Positivity: Toxic atau tidak?

Belakangan lagi ramai banget, nih, kampanye body positivity yang meledak karena fotonya Tara Basro. Apa sih sebenarnya Body Positivity itu? Secara harfiah, definisi body positivity adalah penerimaan setiap perubahan tubuh mulai dari bentuk, ukuran, hingga kemampuan tubuh seiring bertambahnya usia. Ringkasnya, kamu menghargai tubuh kamu yang berubah secara alamiah tanpa perlu melakukan perubahan apa pun untuk membuatnya terlihat lebih cantik dan sempurna. Kamu tetap merasa nyaman, bagaimanapun bentuk dan ukuran tubuh kamu. Tujuannya adalah membangun kepercayaan diri seseorang dengan tubuhnya dan membuat masyarakat berhenti untuk terlalu bergantung pada standar bentuk fisik yang terkadang tidak realistis.

Belakangan ini sudah banyak yang mulai menyadari bahwa bentuk tubuh tertentu bukanlah ukuran untuk menentukan cantik atau tidaknya seseorang. Gerakan mencintai dan menerima bentuk tubuh sendiri dengan body positivity juga semakin banyak dikampanyekan oleh para figur publik di akun media sosial mereka. Nah, salah satunya Tara Basro tadi, Exolove.

Perlu dipahami bahwa kampanye body positivity tidak hanya menyorot orang-orang yang bertubuh besar saja. Sering kali orang-orang lupa bahwa pesan utama yang berusaha disampaikan dari gerakan ini adalah untuk merasa nyaman dengan bentuk tubuh sendiri bagaimana pun keadaannya.

Namun pada kenyataannya, mempraktikan usaha mencintai diri sendiri itu tidak mudah dan butuh proses, loh. Untuk beberapa orang, berusaha menerapkan body positivity sangatlah sulit, terkadang cara ini juga tidak membantu mereka merasa lebih baik. Nah, bersikap netral adalah hal paling baik yang bisa kamu lakukan, Exolove. Tidak memberikan energi yang positif atau negatif pada tubuh mungkin akan membuat kamu merasa lebih tenang. Ketidakpedulian kamu terhadap pendapat orang lain soal citra tubuh sendiri menjadi cara yang terbaik untuk membuat kamu merasa lebih bahagia.

Toxic atau engga sih? Bentuk positivity yang toxic adalah saat dimana kamu bersikap pasrah dan tidak melakukan apa-apa. Bentuk love yourself yang ideal adalah dimana kamu benar-benar taking good care of yourself, seperti: memakan makanan yang bernutrisi, minum banyak air putih, tidur yang cukup, olahraga, bahkan dengan menahan diri untuk tidak jatuh cinta dengan orang yang tidak bisa kamu miliki. Bedanya, lakukan hal tersebut dengan tujuan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kemampuan tubuh. Bukan untuk mencapai target ideal yang kamu inginkan.

Sama seperti tubuh, mata kamu juga memiliki keunikannya masing-masing, baik bentuk kelopak, maupun warna mata. Belum lagi pelengkap lain, seperti bulu mata dan alis. Untuk mata kamu, aku punya jawabannya, Exolove. Koleksi X2 emang khusus untuk menonjolkan keunikan mata kamu. Bukan untuk mengubah tentu saja, tapi untuk bantu kamu semakin percaya diri.

Ingat, ya, Exolove. Bagaimana pun bentuk tubuh dan penampilan kamu, tidak menggambarkan diri kamu yang seutuhnya. Hal yang terpenting adalah menikmati hidup sambil memberikan ruang bagi diri kamu untuk terus berkembang di segala aspek kehidupan. Dari sanalah pelan-pelan juga akan memberi ruang untuk memberi rasa cinta pada diri sendiri.

Love yourself, and also love your eyes!

 kalbaronline.com